bicara Vs menulis, sama susahnya
Posted by uzan on Feb 8, 2008
banyak orang (termasuk saya) yg menyatakan bahwa menulis lebih mudah dan mengena utk mengungkapkan sesuatu hal ke seseorang ketimbang berbicara langsung ke yang bersangkutan. Apalagi jika hal tsb berkaitan dgn ungkapan hati untuk sang pacar… kayanya banyak yg lebih memilih melalui tulisan aja deh ktimbang ngomong langsung. untuk itu banyak SMS, ataupun imel bersliweran di dunia maya ini yg berisi ungkapan² akan hal tsb..
tapi seiring dengan bertambahnya usia, saya merasa ternyata menulis itu tidak gampang.. apalagi sejak blog ini aktif.. uuhh, bingung bagaimana menggambarkan sebuah kejadian, perasaan, pemikiran yang dialami agar dapat dinikmati oleh pembaca seperti anda semua. Kalau dulu saya cukup fasih njelasin tentang materi alpro ke mahasiswa ketika masih njabat sbg asdos nya Pak Fatul, sekarang.. apa mau dikata, bingung mengkonversi ucapan² tersebut ke dalam tulisan. Kalau dulu swaktu pendadaran bisa dengan casciscus membela dan mempertahankan Skripsi dihadapan Pak Yudi, dan dosen yg lain.. sekarang, kemampuan pembelaan² serta argumen yg saya miliki saat itu seakan tidak membuat saya kuat utk menuliskannya di blog ini. Apalagi belakangan ini sering terjadi hal-hal yang spertinya pantas, dan layak utk di posting di sini. Jangankan untuk hal itu semua, menulis postingan inipun butuh beberapa kali review agar kata²nya pas, tidak rancu, tidak wagu, dan nyaman dilihat..
Baik tulisan ataupun bicara sama² cukup mengidentitaskan seseorang. Pak SBY ktika pidato dapat terdengar jelas dari nadanya yg tegas, namun datar. Orang tuna netra pun bisa tau bahwa yg sedang bicara di TV itu adalah Ralph yaa dari suaranya yang berat dan gaya bicaranya yg khas. Begitu juga dengan nirina dengan suara cempreng nya, serta keluwesan dia membawa suatu acara yg boring menjadi heboh..
disisi lain, Habiburrahman El Shirazy seorang penyair kondang dr negeri ini punya gaya yg khas ktika menggambarkan suatu suasana. Saya termasuk salah satu yg mengkoleksi bbrp karya beliau. Lukmanul Hakim beserta Uus Musalini pun seakan punya MSOffice Pengolah Kata khusus ktika menulis sbuah buku. Bertetanggaan dengan mereka pula, ada paman Antyo Rentjoko tidak pernah melepas gaya penulisannya yang unik ktika memposting tulisan baik di blognya, maupun di media-media ternama di negeri ini..
sekarang, secara pribadi saya hanya bisa mengatakan bahwa menulis maupun bicara langsung itu ternyata sama susahnya. Ketika akan menulis, perlu ditentukan dulu point tulisannya, dan bagaimana cara mendeskripsikan serta menyajikannya, apalagi ktika kita sedang membangun sebuah image/gaya sendiri. Sedangkan ketika akan bicara itu perlu berfikir dulu, mengatur kata-kata, mencari penyedap kata agar lebih pas, dan nyaman didengar..
salut saya untuk mereka para penulis buku² ilmiah, majalah, novel, dll. Mungkin itu salah satu keahlian mereka yaitu mampu membawa seseorang pembaca masuk ke suatu dunia baru melalui tulisan²nya. Dan salut saya juga untuk mereka para pembicara di forum² ilmiah, pembaca berita, pimpinan perusahaan/instansi, dll. Mungkin itu juga salah satu keahlian mereka yaitu mampu mempengaruhi/menghipnotis seseorang melalui gaya, cara bicaranya sehingga seseorang mampu terbawa ke suatu tempat yang entah ada dimana..
Mas Uzan, memang sulit, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Menulis nampaknya memang harus dilatih dan manfaat tulisan akan lebih langgeng dibandingkan dengan budaya lisan. Ikatlah ilmu dengan muliskan nya, kaya slogan di ilmukomputer.com. Murtaho Muthohhari menyatakan bahwa tinta ulama sama mulianya dengan drah syuhada. Nah lho?
iya pak, semoga kedepan ini saya bs jadi rajin mbaca yang bs melatih saya utk rajin menulis, yang nantinya bisa saya pertahankan argumennya menggunakan lisan saya.
yang penting dicoba saja, nanti lama kelamaan punya taste tersendiri kalau gak nulis…..
hayah… kena wejangan deh :p hehehehe….
keep on writing aja bro… nanti bakal lebih mudah kok katanya… katanya loh ya… aq juga masih g bisa lancar nulis nih
@Edo:
ehehehe,sedang berjuang menulis do.. Tp ga yakin dgn hasilnya.mbikin blog inipun salahsatu upaya membiasakan nulis…
keep on trying zan..
..
walo saya jg masih belepotan (dr gaya bahasa baku mpe gado2)
tp teteup usaha..
semangaaaaat !!!
thx atas comment2-nya
@niez:
thanks juga udah mampir..
Hm… menulis… berbicara… seru 2-2nya… walopun kyanya menulis ya diriku masih menglir sajah… hehehe…
Btw kok commentmu masuk ke spam yak… Makanya tak copas trus tak postingin gituh…
tukeran blogroll dunk…hehehe…
http://meikahazim.wordpress.com
numpang promosi…