bicara Vs menulis, sama susahnya
Posted by uzan on Feb 8, 2008 01:55
banyak orang (termasuk saya) yg menyatakan bahwa menulis lebih mudah dan mengena utk mengungkapkan sesuatu hal ke seseorang ketimbang berbicara langsung ke yang bersangkutan. Apalagi jika hal tsb berkaitan dgn ungkapan hati untuk sang pacar… kayanya banyak yg lebih memilih melalui tulisan aja deh ktimbang ngomong langsung. untuk itu banyak SMS, ataupun imel bersliweran di dunia maya ini yg berisi ungkapan² akan hal tsb..
tapi seiring dengan bertambahnya usia, saya merasa ternyata menulis itu tidak gampang.. apalagi sejak blog ini aktif.. uuhh, bingung bagaimana menggambarkan sebuah kejadian, perasaan, pemikiran yang dialami agar dapat dinikmati oleh pembaca seperti anda semua. Kalau dulu saya cukup fasih njelasin tentang materi alpro ke mahasiswa ketika masih njabat sbg asdos nya Pak Fatul, sekarang.. apa mau dikata, bingung mengkonversi ucapan² tersebut ke dalam tulisan. Kalau dulu swaktu pendadaran bisa dengan casciscus membela dan mempertahankan Skripsi dihadapan Pak Yudi, dan dosen yg lain.. sekarang, kemampuan pembelaan² serta argumen yg saya miliki saat itu seakan tidak membuat saya kuat utk menuliskannya di blog ini. Apalagi belakangan ini sering terjadi hal-hal yang spertinya pantas, dan layak utk di posting di sini. Jangankan untuk hal itu semua, menulis postingan inipun butuh beberapa kali review agar kata²nya pas, tidak rancu, tidak wagu, dan nyaman dilihat..
yang mau percaya
Posted by uzan on Jan 24, 2008 08:37
yang mau percaya ya silakan,
yang ndak mau percaya juga ndak apa-apa..
bagi yg sdang kesulitan, dirundung masalah, menunggu keputusan penting, susah rejeki, susah jodoh, susah kerjaan, pingin sehat, pingin lancar jalannya..
bersedekah-lah !!
ummpphh..
Posted by uzan on Jan 16, 2008 11:57
maaf ken saya temen2 ini bener2 membuat saya tak bisa menulis lebih banyak.. ini kudapat dari web ini isinya :
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seekor tikus bernama Miki yang sangat bandel. Ia tak pernah mendengar nasehat Bapak dan Ibu Tikus. Pada suatu ketika, Bapak Tikus meninggal dunia, hingga yang tinggal hanyalah Miki dan Ibu Tikus. Meskipun demikian, Miki tak juga mau menuruti kata-kata ibunya, bahkan ingin meninggalkan ibunya untuk mencari peruntungan di negeri tikus lain.
Berangkatlah Miki dengan suatu kapal ke suatu negeri yang jauh. Sesampainya di negeri itu, ternyata Miki berhasil menggaet seekor tikus cewek yang cantik bernama Mini dengan mengguna-gunainya. Mini terlena. Sekarang, Miki bebas meracuni ayah dan ibu Mini, dan harta keluarga Mini pun jatuh ke tangannya.
Pada suatu hari, Miki kembali berangkat berlayar setelah mencampakkan Mini dan menguasai seluruh harta Mini. Sampailah ia kembali ke kampung halamannya sebagai tikus kaya-raya. Semua tikus terkagum-kagum, terperangah, ngiler, dan iri hati dengan kekayaannya.
Ibu Miki yang sudah tua-renta mengenali anaknya dan memanggil-manggil, tetapi Miki tak mau mengakuinya sebagai ibunya, malahan menendangnya dengan kasar. Karena marah dan sedih, ibu Miki mengutuknya sehingga Miki pun berubah menjadi mouse komputer.
Itulah akhir si miki kundang, anak duralex. dibanting gak pecah
kebayang.. kan btapa aku ga bisa nulis apa2 lagi krena kbelet pipis malem ini dan dinginnya bandung ditambah postingan itu … ![]()
ternyata ada juga ya mahluk yg nglahirin project (Tololpedia) itu .. ckckck
ironis ngga sih ??
Posted by uzan on Jan 1, 2008 07:17
disaat tetangga kita lagi pada kesusahan,
disaat hujan badai masih mendera rumahku di jogja sana..
disaat masih banyak mayat terkubur di bawah longsor sana..
apa masih pantes kita nyisihin duit 3rb – 15rb CUMA buat beli trompet ???
koq rasanya ironis banget ya. apa belum cukup rumah, stasiun, bioskop porak poranda krn kena angin.. apa pada ngga bisa 3rb-15rb td dibeliken nasi bungkus aja, trus dibagiin ke tukang becak, atau orang fakir di jalanan..? saya koq merasa yg terakhir ini jauh lebih terhormat ya, ktimbang mbeli terompet.. apalagi kembang api..

