<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jogja-jakarta-gorontalo &#187; umum</title>
	<atom:link href="http://blog.uzan.web.id/category/umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.uzan.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 02:21:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>bergossip renyah namun cerdas</title>
		<link>http://blog.uzan.web.id/2010/05/12/bergossip-renyah-namun-cerdas/</link>
		<comments>http://blog.uzan.web.id/2010/05/12/bergossip-renyah-namun-cerdas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 00:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uzan</dc:creator>
				<category><![CDATA[hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[gosip]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[kentut]]></category>
		<category><![CDATA[koran]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[susno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.uzan.web.id/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[A: eh.. ngana so tau itu te Susno ditangkap..??
B: hii.. banar bagitu? kiyapa so?
A:  nin tau knapa.. ini sementara diusut..
B: oooh.. baru,bagaimana ? so butul dia salah ?
hehhe.. pagi ini suara temen-temen kantor pada bergosip cukup hangat, dgn citarasa lokal yg renyah dan menggelikan. Agak aneh rasanya hari ini, karena biasanya yg terdengar adalah &#8216;headline&#8217; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>A: eh.. ngana so tau itu te Susno ditangkap..??<br />
B: hii.. banar bagitu? kiyapa so?<br />
A:  nin tau knapa.. ini sementara diusut..<br />
B: oooh.. baru,bagaimana ? so butul dia salah ?</em></p></blockquote>
<p>hehhe.. pagi ini suara temen-temen kantor pada bergosip cukup hangat, dgn citarasa lokal yg renyah dan menggelikan. Agak aneh rasanya hari ini, karena biasanya yg terdengar adalah &#8216;headline&#8217; gossip tentang artis atau pejabat stempat.. tapi kali ini issue nya sedikit lebih cerdas.. ya tentang om Susno.<span id="more-100"></span></p>
<p>Mungkin ini memang sifat naluri manusia ya, ketika mencari suatu informasi <em>kpengen</em> nya langsung cepat ke sasaran, bahasa blandanya &#8216;<em>ksusu&#8217; </em>.. Padahal, kalau kt yg ada diposisi itu belum tentu sepaham jika langsung dituding atas suatu dakwaan. Coba deh sperti obrolan tadi, ngga peduli knapa masalahnya, langsung aja orang kpingin cepet dapet statement &#8220;<em>ya.. dia salah !</em>&#8220;  atau kalau sedang mendengar cerita tiba-tiba teman berujar &#8220;<em>eh.. trus trus.. dia mati ngga akhirnya??</em>&#8221; yaahh.. ini nih namanya syndrome kurang-pemanasan, tidak suka dengan <em>introduction</em>,<em> pendahuluan</em> jadinya langsung pengen ke-<em>kesimpulan</em>.  Agak mirip dengan kebiasaan kita dirumah klo lagi mules.. tidak suka dengan (sorry) kentut-nya, langsung pengen penyelesaian .. hahaha.. padahal dari hasil survey, sebagian besar orang justru menikmati saat-saat kpepet gitu.. haha *gila!</p>
<p>haha.. lupakan saja masalah langsung <em>to-the-point-isme </em>tadi, tidak ada yg salah dgn itu. Yang harusnya menjadi perhatian adalah gimana caranya agar dikantor ini penuh dengan media informasi yg membangun, dibaca oleh teman-teman yg merasakan gossip sperti ber-makeup pagi hari.. alias klo ngga bergossip, rasanya sperti ngga ber-makeup .. hihi *piss pren! iya, biar temen-temen pada mbaca, dan besok pagi gossipnya jadi lebih cerdas, tetap dgn bahasa yg renyah.. klo bisa begitu kan artinya tiap pagi dari meja saya bs ikut nguping ndengerin berita dari mereka.. tanpa harus baca koran nya kan ??</p>
<p>kaya slogan &#8220;<em>Berita hari ini, <span style="text-decoration: line-through;">baca hari ini</span> dengar esok hari..</em>&#8221; hehehe..<br />
kalau sudah begitu, siapa yg lebih cerdas ?? hihihi..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.uzan.web.id/2010/05/12/bergossip-renyah-namun-cerdas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Alasan Bekerja</title>
		<link>http://blog.uzan.web.id/2008/06/05/4-alasan-bekerja/</link>
		<comments>http://blog.uzan.web.id/2008/06/05/4-alasan-bekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 14:13:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uzan</dc:creator>
				<category><![CDATA[hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[bi]]></category>
		<category><![CDATA[ilm]]></category>
		<category><![CDATA[job]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[kwitang]]></category>
		<category><![CDATA[reason]]></category>
		<category><![CDATA[relationship]]></category>
		<category><![CDATA[service]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.uzan.web.id/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ini salah satu pengalaman berharga bagiku, ini sudah hari kesekian training PCPM di sebuah Learning Center di kawasan Kwitang. Citarasa bangunan yang membawa ke zaman VOC, namun citarasa fasilitas membawa ke zaman modern. Maklum beberapa fasilitas yang disediakan masih tercium aroma pabriknya, mulai dari AC, kursi, hingga klosetnya.. (emang dicium ?!).
Training awal diisi oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin ini salah satu pengalaman berharga bagiku, ini sudah hari kesekian training PCPM di sebuah Learning Center di kawasan Kwitang. Citarasa bangunan yang membawa ke zaman VOC, namun citarasa fasilitas membawa ke zaman modern. Maklum beberapa fasilitas yang disediakan masih tercium aroma pabriknya, mulai dari AC, kursi, hingga klosetnya.. (emang dicium ?!).<br />
Training awal diisi oleh <strong>ILM</strong>*, sebuah lembaga professional konsultan SDM ternama yg membekali para peserta dengan beberapa informasi &#8220;sangat&#8221; berharga. Sesuai judul kali ini, seorang fasilitator menyampaikan bahwa <em>basically</em>, manusia itu punya 4-alasan-dasar dalam bekerja.<br />
Kalau aku ngga salah ingat, disebutkan bahwa ini merupakan hasil riset. </p>
<p><span id="more-36"></span>
<ol>
<li><strong>Money</strong><br />
Orang yang berada di zona ini selalu mengukur kesuksesannya dengan kondisi materi semata. Hampir di setiap acara reuni, makan bareng antar teman, pesta kebun, dll pertanyaan yang akan diajukannya berkisar pada, <em>&#8220;Kerja dimana lo sekarang?&#8221;, &#8220;Jabatan apa yg elo pegang sekarang??&#8221;, &#8220;udah punya bawahan brapa lo?&#8221;, &#8220;Udah berapa rumah yg elo punya?&#8221;, &#8220;Ehh, kira-kira di jabatan lo, berapa penghasilannya?&#8221;</em> .. (hmm, apakah anda ada di zona ini??).<br />
Well, orang yg duduk di posisi ini, kecenderungannya adalah tipikal orang yang bisa survive dengan penghasilan yang ia terima selama ini. Misi hidupnya mungkin kurang lebih adalah ada duit, artinya besok hidup !!</li>
<li><strong>Relationship</strong><br />
adalah alasan bagi orang yang membutuhkan kenyamanan dalam bekerja. Motivasinya yang kuat untuk membangun relasi dengan siapapun mendorongnya untuk makan siang selalu dengan orang yang berbeda. Ku pikir pada akhirnya orang dengan alasan ini akan memperoleh jaringan relasi yang besar, mungkin suatu saat bisa bikin parpol <em>kali yee</em>.. Orang ini tidak mengutamakan penghasilan dari pekerjaannya. Dia menghindari permusuhan, mencintai perdamaian demi kenyamanan kerja. Dia percaya bahwa punya banyak teman merupakan aset berharga suatu saat nanti. Bagi anda yang berada di zona ini, beruntunglah anda karena anda tidak hanya mendapat uang, tapi juga teman.
</li>
<li><strong>Growing</strong><br />
Bagi anda yang memilih alasan ini, salut! ini membuktikan anda orang yang selalu mencari masalah. Pastinya masalah yang menantang untuk diselesaikan dalam pekerjaan. Bukan masalah dalam hal permusuhan. Anda orang yang rajin, penuh semangat, dan selalu memiliki target kerja pada setiap periode tertentu. Tahun ini anda berencana menyelesaikan 10 pekerjaan, tahun depan target anda menjadi 20, tahun berikutnya 30, dst. Seorang pemimpin divisi/perusahaan minimal memiliki alasan ini. Mereka berpacu untuk selalu mengembangkan diri. Karena itu tidak heran jika mereka tergolong orang yang sukses. Para pemimpin ini biasanya memiliki 3-kekuatan dasar, yaitu: Kesuksesan, Teman, dan Uang.<br />
Ia mendapatkan teman dengan cara membantu pekerjaan rekannya, hari gini siapa sih yg ngga mau dibantu kerjaannya. Selain itu, dengan prestasinya yg memukau turut memacu penghasilan yg ia terima.</li>
<li><strong>Service</strong><br />
Naahh, ini dia alasan yang tidak selalu dimiliki setiap orang. Tujuan utama ia bekerja adalah untuk melayani (to serve), baik melayani atasan, bawahan, maupun stakeholder yang lain. Ciri orang yang berada dizona ini adalah sifatnya yang supel, tenang, ramah kepada siapa saja, mudah diajak kerjasama, mudah berbaur dengan komunitas baru, tentunya positive thinking nomer wahid ada dalam dirinya. Orang dengan alasan ini untuk bekerja biasanya selalu bahagia, tidak menganggap tekanan atasan sebagai sebuah beban, melainkan sebuah tantangan untuk diselesaikan. Bekerja dengan enjoy adalah prinsip penolongnya untuk selalu mengembangkan diri. Ringan tangan membantu pekerjaan pihak lain menjadikannya mudah dikenal banyak orang, dan tak perlu diragukan lagi karena kesuksesannya itu, ia tidak pernah khawatir dengan penghasilannya. Sadarkah anda orang ini dapat memiliki segalanya, uang, teman, kesuksesan, dan kebahagiaan ??</li>
</ol>
<p>Jika anda memilih alasan bekerja yaitu <em>Money, Relationship</em>, dan <em>Growing</em>, maka dapat dipastikan anda termasuk orang yang selalu berusaha mendapatkan keuntungan dari sesuatu (<em>getting</em>), sementara orang yang memilih alasan bekerja sebagai sebuah pengabdian yang tulus untuk melayani pihak lain merupakan orang yang memiliki kecenderungan selalu memberi sesuatu (<em>giving</em>).<br />
Semakin tinggi alasan yang anda pilih, maka kecenderungannya anda akan bertahan di pekerjaan anda. Sebaliknya, jika anda hanya berorientasi pada uang, maka hari-hari kerja anda akan dipenuhi berbagai cara untuk mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan berikutnya. </p>
<p>Sekarang, apa alasan kerja anda ??</p>
<p>credit to: ILM*</p>
<p>ILM = <strong>Institute for Leadership &#038; Life Management</strong><br />
Materi ini didapatkan ketika workshop, hak cipta materi ini ada pada penulis aslinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.uzan.web.id/2008/06/05/4-alasan-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KiaraCondong, Cicaheum, Kebon Kawung (2)</title>
		<link>http://blog.uzan.web.id/2008/03/21/kiaracondong-cicaheum-kebon-kawung-2/</link>
		<comments>http://blog.uzan.web.id/2008/03/21/kiaracondong-cicaheum-kebon-kawung-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 09:25:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uzan</dc:creator>
				<category><![CDATA[hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kebonkawung]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[mio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.uzan.web.id/2008/03/21/kiaracondong-cicaheum-kebon-kawung-2/</guid>
		<description><![CDATA[Pagi hari, SMS dari TuanRaja menyadarkan bahwa perjuangan utk mudik masih harus berlanjut !! Tanpa ganti baju, dan mandi aku dan Pieter siap-siap. Pieter kembali siaga -kayanya dia calon Suami siaga deh ehehehe..- mengantarku ke Cicaheum (lagii??), waktu itu jam 07.15, dan senyuman manis dibibirku menyertai perasaan menanti yang dialami ratusan penumpang lain di terminal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi hari, SMS dari <em>TuanRaja </em>menyadarkan bahwa perjuangan utk mudik masih harus berlanjut !! Tanpa ganti baju, dan mandi aku dan Pieter siap-siap. Pieter kembali siaga -kayanya dia calon Suami siaga deh ehehehe..- mengantarku ke Cicaheum (lagii??), waktu itu jam 07.15, dan senyuman manis dibibirku menyertai perasaan menanti yang dialami ratusan penumpang lain di terminal itu.. (Ohh,, great.. harus rebutan lagi kah ?), 15 menit berlalu, bis-bis yang ada di terminal tak ada yg bertuliskan JOGJA, adanya Purwokerto, Cirebon, Tasikmalaya, dll..</p>
<p><span id="more-33"></span>Petugas stasiun memberikan keterangan bahwa intinya aku kesiangan utk ke Jogja dari sana. Sial, segera Pieter (lagiiii) nganterin ke stasiun KebonKawung, catet.. ini tempat ke-3 yg kusinggahi dalam perjuangan ini.. begitu motor diparkir, sebuah suara nyaring berbunyi <em>mohon diperhatikan jalur 2, sekitar 5 menit lagi KA Lodaya jurusan Bandung &#8211; Solo akan segera diberangkatkan, harap.. bla bla..</em> Oke&#8230; kereta ku siap meluncur, dan tiket pun belum berhasil kebeli.. (baguss!!) segera loket penjualan dituju, dan petugas security cuma bilang, <em>maaf mas, udah habis, bisnis berdiripun udah habis.. kalo mau nanti malam coba lagi</em> .. aduh Gusti.. ini hari yang indah&#8230;</p>
<p>Agen-agen bis segera di telpon, suara yg terdengar hanya tuuttt. tuttt&#8230; tuutt.. Tak ada hasil. Dengan berat hati, kuputuskan liburan kali ini tidak bisa kunikmati di rumah.. so sad.</p>
<blockquote><p>Ya Allah, hamba sudah berusaha, mungkin ini ketentuan Mu, berkali-kali hamba mencoba, namun sepertinya Engkau tak mengijinkan, baiklah Ya Rabb, hamba akan tetap disini, sampai kesempatan berikutnya tiba.. Ampuni hamba Ya Rabb..</p></blockquote>
<p>makasih banget buat Erick Pieter, udah dengan rela menunda balik kampungnya demi nganterin ke mana-mana.. Dan juga buat yg udah nungguin aku di Jogja,  makasih tapi maaf lain kali aja ya minta tandatangannya.. Buat Abah,Mama, Kakia, Sas, Hani.. tungguin kakak besok ya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.uzan.web.id/2008/03/21/kiaracondong-cicaheum-kebon-kawung-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KiaraCondong, Cicaheum, Kebon Kawung</title>
		<link>http://blog.uzan.web.id/2008/03/21/kiaracondong-cicaheum-kebon-kawung/</link>
		<comments>http://blog.uzan.web.id/2008/03/21/kiaracondong-cicaheum-kebon-kawung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 09:06:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uzan</dc:creator>
				<category><![CDATA[hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[cicaheum]]></category>
		<category><![CDATA[dago]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[kiaracondong]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[murah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.uzan.web.id/2008/03/21/kiaracondong-cicaheum-kebon-kawung/</guid>
		<description><![CDATA[Jam 07.15 SMS ke Pieter, minta tolong dibeliken tiket KA Ekonomi Kahuripan buat hari ini. Maklum baru dapet info dr temen, yg menyarankan utk nyobain transport itu buat ke Jogja. Terpaksa deh SMS Pieter, soalnya seharian ini sibuk kuliah dr jam 7-14. Alhamdulillah, setelah ngantri panjang, plus kebelet (maap) BAB, akhirnya Pieter berhasil mendapatkan tiketnya.. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jam 07.15 SMS ke Pieter, minta tolong dibeliken tiket KA Ekonomi Kahuripan buat hari ini. Maklum baru dapet info dr temen, yg menyarankan utk nyobain transport itu buat ke Jogja. Terpaksa deh SMS Pieter, soalnya seharian ini sibuk kuliah dr jam 7-14. Alhamdulillah, setelah ngantri panjang, plus kebelet (maap) BAB, akhirnya Pieter berhasil mendapatkan tiketnya.. dengan harga yg menggoda, cukup 26 rebu aja..</p>
<p>Sepulang kuliah, segera packing, dan jam 18.45 dengan sigap Pieter dan aku  memakai jas hujan, maklum dari jam 16 tadi, Bandung diguyur hujan dengan manisnya.. Motor Mio pun meluncur ke stasiun KiaraCondong, dan dengan suksesnya beberapa kali menceburkan diri ke lobang tergenang air buthek peninggalan hujan.. !! (baguuusss !) Perasaan ga enak mulai muncul swaktu mulai masuk wilayah stasiun, ratusan pasang kaki berjejal ngantri di pintu masuk.. <em>upps, Apakah saya bisa sampe Jogja besok pagi ??</em> pertanyaan yang menantang, dan selalu mengiringi langkah kaki ke pinggir rel yang tak beratap, maklum stasiun ini udah dijejali mahluk dr brbagai kalangan shingga ngga mungkin dapet tmpat berteduh dr hujan ini. Suara khas jawa mulai terasa saat itu, mulai dari yg logatnya Jogja-banget, sampe logat Ngapak-campur-Sunda .. yang sesekali terdengar unik&#8230; <em>jadi kepriben, atuh..??</em></p>
<p>Singkat kata, kereta pun muncul, ada sekitar 5 gerbong (cuma 5 toh ??!!!),  sangat terlihat jelas tiap gerbong udah dijejali manusia (dari mana mereka ??), sementara ini adalah stasiun keberangkatan, dan orang yang mengantri utk masuk.. MasyaAllah jumlahnya, mengalahkan jumlah rambut di kepalaku.. <em>ampuunn dah !</em> Pintu-pintu mulai didobrak, digedor2.. &#8217;sedikit&#8217; bersyukur krn ak serombongan sama anak AU yg masih <em>hijau</em>. Dengan gaya khasnya plus anarkis dikit, <em>hoi.. bukak!!, bukak ini pintunya, tak oyak koe !! hayo buka ini.. ora sah macem2 koe !!</em> dan penumpang dlm kreta pun ngeper juga, akhirnya pintu terbuka.</p>
<p><span id="more-32"></span>Nasib baik menimpaku, ya MENIMPA, soalnya bisa naik gerbong, tp bergelantungan dengan hanya mengandalkan 2 kaki diatas gerbong, 3 jari kanan, plus 4 jari kiri, sementara badan, kepala, tas leptop, plus pantat masih nyengir di luar gerbong.. bener2 ga bisa masuk !! udah 30 menit, akhirnya masuk juga, walau hanya berdiri persis di depan toilet, kelihatan dah ternyata toilet udah dihuni sama 7 orang.. depan, belakang, samping kananku grombolan AU tadi, semua tas mereka di <em>sunggi </em>sendiri.. terceplos juga dah.. <em>walah mas, nek di unggahke kabeh tas e, piye le arep ambegan, oksigen e entek to yoo !!</em> Teman-temanku, FYI tak ada ruang gerak sedikitpun, bahkan menoleh pun itu artinya mencium pipi penumpang lain.. (kebayang khan ??) tak ada satu pedagangpun yg mampu menembus kerumunan penumpang ini. Jangankan pedagang, petugas periksa karcispun tak kan mungkin mriksa tiket penumpangnya.. saking sesaknya !! mulai dah udara gerah, jadwal brangkat 20.15 sampe sekarang jam 22.00 kereta masih anteng di sini.. dan tentara pun mulai ngaco ngomongnya.. <em>oalaah Gusti.. ndeloke njobo kok koyo suwargo yoo&#8230;</em> satu persatu dari mereka mulai mbuka PDH nya.. apesnya, depan gue dia kaga pake kaos, alias cuman singlet doank.. mending badan nya bagus, udah item, <em>mambu</em>, <em>teles meneh. </em>Syukur deh, ak masih mending, ternyata blakang orang itu ada seorang Sunda masih muda yg tak bisa berkutik, soalnya muka dia sesekali tertempel di punggungnya sang tentara.. <em>woalah mass.., asin kali ye rasanye..</em> hehehe..</p>
<p>tak brapa lama, kondisi semakin tak nyaman, dan akhirnya seorang  anggota pun mengalah.. tak brapa lama berselang, sebuah teriakan terdengar dr toilet.. <em>mas, sik mas.. ono sing arep metu ki&#8230; ibu-ibu metheng</em> heh ??? ibu hamilll&#8230;?? dan ternyata benar sodara, ibu hamil tua (perutnya gedhe banget) keluar dr krumunan itu, spertinya dr tadi dia duduk di kloset, sesekali berdiri ngambil udara segar dari jendela toilet. Hitungan detik sejak sang Ibu (kalah nii yeee..) turun, seorang wanita dr toiletpun mengeluarkan suara, ternyata dia <em>jack-pot</em> di toilet yg masih ada skitar 6 orang.. dan sreenngg, bau <strike>aneh</strike> segar menyebar di gang gerbong.. beberapa pria di toilet dengan sigap mengeluarkan parfum sejenis Axe, utk di semprotkan ke ruang kecil itu.. <em>prasaan malah bikin tambah pusing deh baunya</em>.</p>
<p>Merasa tak tahan, krn teringat belom makan, dan perut mulai bergetar, akhirnya aku turun juga (yaahh, kalah juga deh), begitu turun.. <em>fyuuhh</em>, serasa udaranya betul-betul segarrr, bikin nyawa yg udah 10% jadi kembali 85% (100% klo udah makan malam :p )</p>
<p>Ampuun, akhirnya panggilan ku tujukan ke Pieter yg ternyata udah hampir molor di kos, dengan suaranya yg bindeng krn masuk angin nganterin aku, akhirnya dia bersedia kembali menjemput.. Maaf ya Ter. Langkah gontai mengantarku kembali ke pintu masuk stasiun, dan ada suara dari corong yg berbunyi <em>Bagi yang menemukan sebuah Dompet atas nama.. bla bla..</em> yak!! lengkaplah sudah malam ini dengan kehadiran para copet.  Setelah minum teh manis di warung depan stasiun, akhirnya ku dapat tempat utk duduk setelah 3,5 jam berdiri. di emperan toko yang rada kering, sambil ku lihat kaki yg dialasi sendal jepit ijo, kakiku ternyata udah belang-belang gak jelas, ada kotoran, dan akkhh.. cukup bagus utk diketawain deh !</p>
<p>Ga lama, si Pieter datang, dengan muka takjubnya melihat gembel yg gagal mudik, dia rela nganterin ke terminal Cicaheum malam itu juga. sekitar Jam 23.00, dengan wajah dan tubuh kusut, akhirnya aku berkeliaran di terminal nyari bis bertuliskan JOGJA.. aiihh, tidak.. petugas pun dengan manisnya bilang, <em>maaf mas, udah ga ada bis yg kesana malam ini</em>. Sebuah keterangan yg memilukan ! Pieter, dengan muka Manadonya, nganterin aku ke agen Kramat Jati di Dago utk ngecek, tapi apes jugak, agennya udah tuutp, dan petugas yg ada disana cuma bilang, coba besok malem aja mas.. tapi kayanya juga udah penuh, ya ya ya.. udah diduga. Perjalanan dilanjutkan ke McDonald simpang Dago utk ngisi perut..alhamdulillah, perut terasa nyaman, dan jam 00.30 kos ku kembali ku tiduri .. hueehehhe, malu ga jadi mudik.. :p</p>
<p><a href="http://blog.uzan.web.id/2008/03/21/kiaracondong-cicaheum-kebon-kawung-2/" title="selanjutnya">selanjutnya </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.uzan.web.id/2008/03/21/kiaracondong-cicaheum-kebon-kawung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bicara Vs menulis, sama susahnya</title>
		<link>http://blog.uzan.web.id/2008/02/08/bicara-vs-menulis-sama-susahnya/</link>
		<comments>http://blog.uzan.web.id/2008/02/08/bicara-vs-menulis-sama-susahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 06:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uzan</dc:creator>
				<category><![CDATA[nglamun]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[pembicara]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[write]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.uzan.web.id/2008/02/08/bicara-vs-menulis-sama-susahnya/</guid>
		<description><![CDATA[banyak orang (termasuk saya) yg menyatakan bahwa menulis lebih mudah dan mengena utk mengungkapkan sesuatu hal ke seseorang ketimbang berbicara langsung ke yang bersangkutan. Apalagi jika hal tsb berkaitan dgn ungkapan hati untuk sang pacar&#8230; kayanya banyak yg lebih memilih melalui tulisan aja deh ktimbang ngomong langsung. untuk itu banyak SMS, ataupun imel bersliweran di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>banyak orang (termasuk saya) yg menyatakan bahwa menulis lebih mudah dan mengena utk mengungkapkan sesuatu hal ke seseorang ketimbang berbicara langsung ke yang bersangkutan. Apalagi jika hal tsb berkaitan dgn ungkapan hati untuk sang pacar&#8230; kayanya banyak yg lebih memilih melalui tulisan aja deh ktimbang ngomong langsung. untuk itu banyak SMS, ataupun imel bersliweran di dunia maya ini yg berisi ungkapan² akan hal tsb..</p>
<p>tapi seiring dengan bertambahnya usia, saya merasa ternyata menulis itu tidak gampang.. apalagi sejak blog ini aktif.. <em>uuhh</em>, bingung bagaimana menggambarkan sebuah kejadian, perasaan, pemikiran yang dialami agar dapat dinikmati oleh pembaca seperti anda semua. Kalau dulu saya cukup <em>fasih </em>njelasin tentang materi alpro ke mahasiswa ketika masih njabat sbg asdos nya <a href="http://fathulwahid.wordpress.com/" title="Fathul Wahid">Pak Fatul</a>, sekarang.. apa mau dikata, bingung mengkonversi ucapan² tersebut ke dalam tulisan. Kalau dulu swaktu pendadaran bisa dengan <em>casciscus</em> membela dan mempertahankan Skripsi dihadapan <a href="http://prayudi.wordpress.com/" title="Yudi Prayudi">Pak Yudi</a>, dan dosen yg lain.. sekarang, kemampuan pembelaan² serta argumen yg saya miliki saat itu seakan tidak membuat saya kuat utk menuliskannya di blog ini. Apalagi belakangan ini sering terjadi hal-hal yang spertinya pantas, dan layak utk di posting di sini. Jangankan untuk hal itu semua, menulis postingan inipun butuh beberapa kali review agar kata²nya pas, tidak rancu, tidak wagu, dan nyaman dilihat..</p>
<p><span id="more-25"></span>Baik tulisan ataupun bicara sama² cukup mengidentitaskan seseorang. Pak SBY ktika pidato dapat terdengar jelas dari nadanya yg tegas, namun datar. Orang <em>tuna netra </em>pun bisa tau bahwa yg sedang bicara di TV itu adalah <a href="http://www.penyiar.com/portfolio/ralph.htm" title="Ralph Tampubolon">Ralph</a> yaa dari suaranya yang berat dan gaya bicaranya yg khas. Begitu juga dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nirina_Zubir" title="Nirina Zubir">nirina</a> dengan suara cempreng nya, serta keluwesan dia membawa suatu acara yg boring menjadi heboh..</p>
<p>disisi lain, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Habiburrahman_El_Shirazy">Habiburrahman El Shirazy</a> seorang penyair kondang dr negeri ini punya gaya yg khas ktika menggambarkan suatu suasana. Saya termasuk salah satu yg mengkoleksi bbrp karya beliau. Lukmanul Hakim beserta Uus Musalini pun seakan punya <em><strike>MSOffice</strike> Pengolah Kata </em>khusus ktika menulis sbuah buku. <em>Bertetanggaan</em> dengan mereka pula, ada paman <a href="http://blogombal.org/" title="paman tyo">Antyo Rentjoko</a> tidak pernah melepas gaya penulisannya  yang unik ktika memposting tulisan baik di blognya, maupun di media-media ternama di negeri ini..</p>
<p>sekarang, secara pribadi  saya hanya bisa mengatakan bahwa menulis maupun bicara langsung itu ternyata sama susahnya. Ketika akan menulis, perlu ditentukan dulu point tulisannya, dan bagaimana cara mendeskripsikan serta menyajikannya, apalagi ktika kita sedang membangun sebuah image/gaya sendiri. Sedangkan ketika akan bicara itu perlu berfikir dulu, mengatur kata-kata, mencari penyedap kata agar lebih pas, dan nyaman didengar..</p>
<p>salut saya untuk mereka para penulis buku² ilmiah, majalah, novel, dll. Mungkin itu salah satu keahlian mereka yaitu mampu membawa seseorang pembaca masuk ke suatu dunia baru melalui tulisan²nya. Dan salut saya juga untuk mereka para pembicara di forum² ilmiah, pembaca berita, pimpinan perusahaan/instansi, dll. Mungkin itu juga salah satu keahlian mereka yaitu mampu mempengaruhi/menghipnotis seseorang melalui gaya, cara bicaranya sehingga seseorang mampu terbawa ke suatu tempat yang entah ada dimana..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.uzan.web.id/2008/02/08/bicara-vs-menulis-sama-susahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>antara Bandung, BIP, dan BEC</title>
		<link>http://blog.uzan.web.id/2008/01/16/antara-bandung-bip-dan-bec/</link>
		<comments>http://blog.uzan.web.id/2008/01/16/antara-bandung-bip-dan-bec/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 11:18:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uzan</dc:creator>
				<category><![CDATA[hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.uzan.web.id/2008/01/16/antara-bandung-bip-dan-bec/</guid>
		<description><![CDATA[siang hari di Bandung, apa lagi yg bisa dikerjain coba, klo ga nggarap tugas kuliah.. tp kan dah kelar ujian.. brarti banyak free, akhirnya aku memutuskan utk jalan2, tentu saja ngangkot!!
Tujuan pertama adalah BeMall di pinggir Jl. Naripan. Sebuah mall elektronik yg barangnya cukup komplit, namun tidak terlalu banyak pengunjung, tanpa basabasi lantai foodcourt langsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>siang hari di Bandung, apa lagi yg bisa dikerjain coba, klo ga nggarap tugas kuliah.. tp kan dah kelar ujian.. brarti banyak free, akhirnya aku memutuskan utk jalan2, tentu saja ngangkot!!<br />
Tujuan pertama adalah <span style="font-weight: bold">BeMall </span>di pinggir Jl. Naripan. Sebuah mall elektronik yg barangnya cukup komplit, namun tidak terlalu banyak pengunjung, tanpa basabasi lantai foodcourt langsung ku tuju, ya jelas donk.. buat ngehotspot disana.<br />
Tapi sepertinya lagi apes, koneksinya ngga bgitu kenceng, bbrp kali timeout hingga akhirnya disana hanya bertahan skitar 3jam.. akhirnya keluar dr mall itu, nyebrang jalan makan dulu di warung <span style="font-style: italic">Padang Sunda</span>.. iya, menunya Padang, tapi minumnya Sunda.. Teh Tawar, sebuah sajian penuh hormat dari tanah sunda.</p>
<p><span id="more-13"></span>Abis dr situ ke mesjid, sambil nunggu ashar, setelah ngashar, jalan kaki lagi nyari angkot brikutnya ke arah Dago. Kali ini mencoba yg better situasi mall nya.. Turun di blakang <span style="font-weight: bold">BIP</span>, masuk BIP, nembus ke depan, nyebrang Gramedia, terusin ke <span style="font-weight: bold">BEC </span>di Purnawarman Street. dan seperti tadi, tanpa malu2 segera ke lante foodcourtnya, ke kasir minta user&amp;passwd hotspot.. sambil ngirit mbeli Ron88 buat minum. Stelah muter2, akhirnya dapet meja yg ada colokan listrik di tengah2 area meja yg ada.Cobain ngonekin ke hotspotnya.. sial! too many people using same service !! Jd terpaksa ak g bisa dpt IP nya..</p>
<p><span style="font-weight: bold">Lowbatt!!</span> sial ternyata colokan yg tak andalkan tidak dialiri listrik. terpaksa bungkus lagi kabel adaptor, lipet laptopnya, cari meja lain yg ada colokan.. eh dapet di pinggir.. dan ternyata kondisinya sama, tetep ga dapet IP !!<br />
toleh kanan kiri sambil nglamun, ngeliat di meja tetangga ada 3 siswa SMP, yg masih berseragam.. yg satu jilbaban, yg satu cewe biasa aja, yg satunya cowo rada ganteng.. (uhuuyyy), semuanya siswa SMP, yg jilbaban cute, dan manis.. yang cowok serius &#8216;<span style="font-style: italic">ndengerin</span>&#8216; omongan temennya, tapi <span style="font-style: italic">Subhanallah</span>.. semuanya ngomong tanpa bersuara.. hanya ekspresi gerak tangan, face (mimik wajah), dan bbrp gerak tubuh seperti garuk2 kepala, tertawa (tanpa suara), dll.. dan aku brani jamin 90% bahwa itu bukan tipuan mata.. iya, mereka memiliki keterbatasan bicara. tapi alangkah indahnya mlihat yg jilbab manis itu crita ke temennya ttg suatu hal yg menyenangkan (sepertinya), terlihat dia memperagarakan seperti sedang dipeluk, sedang makan kue.. uuHh, menakjubkan !!<br />
Sama sekali tidak terlihat sikap kesulitan bicara di diri mereka, aku yakin klo mreka bs bersuara sepeti kita, pasti mereka akan bercengkrama sambil ketawa terbahak<sup>2</sup> ..</p>
<blockquote><p> Ya Rabb, aku bersyukur Engkau masih menganugrahi aku kemampuan berfikir, bicara, mencintai orang lain.. Hamba bersyukur juga Ya Rabb, tidak Kau ambil dari mereka bertiga penglihatan mereka, kebahagiaan mereka, serta senyum di wajah mereka..</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.uzan.web.id/2008/01/16/antara-bandung-bip-dan-bec/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malaysia &amp; Indonesia punya desainer yg sama ?</title>
		<link>http://blog.uzan.web.id/2008/01/01/malaysia-indonesia-punya-desainer-yg-sama/</link>
		<comments>http://blog.uzan.web.id/2008/01/01/malaysia-indonesia-punya-desainer-yg-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 15:44:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uzan</dc:creator>
				<category><![CDATA[hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[leecher]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<category><![CDATA[war]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.uzan.web.id/2008/01/01/malaysia-indonesia-punya-desainer-yg-sama/</guid>
		<description><![CDATA[
menyempatkan diri untuk onlen, sekedar cek imel dan offlen message, eh ternyata tergugah melihat status YMnya Mas Irving.. tentang logo tourism Indonesia yg sangat² menyerupai logo tourismnya negara tetangga.. Malingsia, eh malaysia..

kedua-duanya memiliki corak warna yg senada.. apa gara² sama² di Asia?? yg mengherankan lagi dua²nya memiliki padanan kata yg serupa pulak !!
koq saya jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.uzan.web.id/wp-content/uploads/2008/01/visit-indonesia-year-2008.gif" title="visit-indonesia-2008"><img src="http://blog.uzan.web.id/wp-content/uploads/2008/01/visit-indonesia-year-2008.thumbnail.gif" alt="visit-indonesia-2008" border="0" height="92" width="161" /></a><a href="http://blog.uzan.web.id/wp-content/uploads/2008/01/vmy2007.png" title="visit-malay-2007"><img src="http://blog.uzan.web.id/wp-content/uploads/2008/01/vmy2007.thumbnail.png" alt="visit-malay-2007" border="0" /></a></p>
<p>menyempatkan diri untuk onlen, sekedar cek imel dan offlen message, eh ternyata tergugah melihat status YMnya Mas Irving.. tentang logo tourism Indonesia yg sangat² menyerupai logo tourismnya negara tetangga.. Malingsia, eh malaysia..</p>
<p><span id="more-10"></span></p>
<p>kedua-duanya memiliki corak warna yg senada.. apa gara² sama² di Asia?? yg mengherankan lagi dua²nya memiliki padanan kata yg serupa pulak !!</p>
<p>koq saya jadi curiga ya, jangan² kedua negara ini punya desainer handal yang sama.. si desainer itu mbikin buat malay dulu, baru abis itu dapet <em>job </em>utk nggambar hal yg sama tp untuk indonesia..</p>
<p>Kalau khayalan ini benar, hmm desainer yg aneh..  apa ngga mikir kalo seandainya ada turis dari Malay yg mau singgah di indonesia ngeliat spanduk/banner dgn logo sperti itu., paling dia berucap, <em>&#8220;aahh, pakcik macam mane pula ni.. logo tourism kebangsaan kite lah ade di sini..&#8221;</em>.</p>
<p>mbok ya pake nada warna yg lain, mayoritas item kek, yg mewakilin suasana berkabung negri ini yg slalu dirundung musibah.., ya setidaknya warnanya jgn sebanyak <em>job </em>sebelumnya dah..</p>
<blockquote><p>dasar uzan, bisanya cuma komentar doank..<br />
ngga mikir apa desainer tu susah kerjaannya..<br />
mbok ya dipuji&#8230;</p></blockquote>
<p>hehehe&#8230; ya maap deh.. namanya juga hanya berkomentar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.uzan.web.id/2008/01/01/malaysia-indonesia-punya-desainer-yg-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
